{"id":150,"date":"2019-10-18T08:37:03","date_gmt":"2019-10-18T08:37:03","guid":{"rendered":"https:\/\/atbs.bk-ninja.com\/suga\/?p=150"},"modified":"2021-08-06T12:53:24","modified_gmt":"2021-08-06T12:53:24","slug":"load-balancing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/load-balancing\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Load Balancing: Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Siapa di sini yang hobi belanja online? Apalagi ketika puncak harbolnas, menjelang akhir tahun ataupun event khusus yang dilaksanakan setiap bulannya seperti 1.1, 2.2 dan seterusnya. Biasanya berbagai website ataupun aplikasi marketplace akan memberikan banyak penawaran dan diskon yang menarik bagi pelanggan. Tapi Pernah gak sih kamu membayangkan bagaimana bisa website ataupun aplikasi marketplace tersebut melayani ratusan pelanggan setiap harinya? terlebih ketika menghadapi event khusus? Meskipun mengalami lonjakan <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> yang tinggi, website atau aplikasi marketplace tersebut jarang mengalami gangguan. Rahasianya terletak pada penggunaan load balancing pada infrastruktur yang digunakan. Singkatnya, load balancing ini akan membagi bagi workload yang dimiliki oleh sebuah website ataupun aplikasi agar lebih seimbang dan stabil. Ingin tahu lebih banyak tentang load balancing? Yuk kita bahas bersama!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h2 align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><b>Apa itu Load Balancing?<\/b><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Load balancing adalah metode yang biasanya digunakan untuk mendistribusikan <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> ataupun beban kerja ke beberapa server agar lebih seimbang dan terhindar dari <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>overload<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">. Server yang mengalami <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>overload<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> biasanya akan membuat proses memuat halaman menjadi lebih lambat bahkan error dan tidak terhubung sama sekali.<\/span><\/p>\n<h2 align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><b>Fungsi dan Manfaat Load Balancing<\/b><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Mengurangi Beban Server<\/strong><br \/>\n<\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fungsi utama dari penggunaan load balancing tentu untuk mengurangi beban pada server. Lonjakan<\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"><i> traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"> pengguna pada sebuah website ataupun aplikasi tentu akan membuat server mengalami <\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"><i>overload<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\">, bila terjadi <\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"><i>overload<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"> server tersebut akan down dan tidak dapat diakses oleh pengguna. Maka dari itu load balancing membagi beban request akses dari pengguna agar server berjalan lebih maksimal dalam menangani request yang tinggi.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Mempercepat Akses<\/strong><br \/>\n<\/span><span style=\"font-size: 1.21429rem;\">Dengan menggunakan load balancer pada server, maka website ataupun aplikasi pada server tersebut dapat diakses lebih cepat. Hal ini dikarenakan beban dari pengguna ditangani oleh dua atau lebih server secara merata sehingga dapat ditangani dengan lancar tanpa harus memperlambat kinerja dari server.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Redudansi<\/strong><br \/>\nJika terdapat 3 server dan salah satunya mengalami kerusakan (down) maka 2 server lainnya akan memastikan website ataupun aplikasi dapat berjalan dengan lancar dan diakses oleh pengguna tanpa harus terkena dampak dari adanya downtime ataupun gangguan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Menghemat Resource<\/strong><br \/>\n<\/span><span style=\"font-size: 1.21429rem;\">Berbicara mengenai resource, tentu saja akan ada perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan sebuah load balancer akan memaksimalkan penggunaan server yang kamu miliki dengan membagi workload secara merata.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><b>Cara Kerja Load Balancing<\/b><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Ibarat polisi lalu-lintas yang bertugas untuk mengurai kemacetan dan mencegah terjadinya insiden di jalanan, load balacer juga memiliki cara kerja dan tugas yang serupa yaitu memastikan arus lalu-lintas <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> sebuah aplikasi atau website dapat berjalan lancar dan bebas dari kemacetan (<\/span><span lang=\"id-ID\"><i>overload<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">).<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1514 size-full\" src=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-scaled.jpg\" alt=\"cara kerja load balancing\" width=\"2560\" height=\"1397\" srcset=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-scaled.jpg 2560w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-300x164.jpg 300w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-1024x559.jpg 1024w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-768x419.jpg 768w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-1536x838.jpg 1536w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-2048x1118.jpg 2048w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Cara-Kerja-Load-Balancing-800x437.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Contohnya, ketika ada pengguna yang ingin mengakses aplikasi ataupun website kamu, hal yang pertama dilewati adalah load balancer. Nah, saat<\/span><span lang=\"id-ID\"><i> traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> masuk, load balancer akan bekerja dengan membagikan<\/span><span lang=\"id-ID\"><i> traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> ke salah satu dari tiga server yang tersedia secara merata dan optimal. Hasilnya, kinerja server akan lebih stabil dan tidak <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>overload <\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">karena terlalu banyak<\/span><span lang=\"id-ID\"><i> traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">. Prinsipnya, apapun bentuk perangkat load balancing (load balancer) yang digunakan, perangkat ini akan mendistribusikan <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic <\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">ke beberapa server. Jika salah satu server down, load balancer akan mengalihkan <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> yang masuk ke server lainnya yang tersedia sehingga pengguna tetap dapat mengakes website ataupun aplikasi dengan lancar.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Pada waktu yang bersamaan, penggunaan load balancer juga bisa meningkatkan pengalaman pengguna (<\/span><span lang=\"id-ID\"><i>user experience<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\">) yang lebih baik lho. Bagaimana tidak, akses website atau aplikasi kan jadi lebih lancar dan cepat,pengguna mana sih yang gak suka mengakses website atau aplikasi dengan lancar dan bebas hambatan? <\/span><\/p>\n<h2 align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><b>Jenis Load Balancing<\/b><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Sebelum menggunakan load balancer pada website ataupun aplikasimu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, misalnya jenis load balancer yang cocok untuk rancangan topologimu. Berdasarkan konfigurasinya, load balancing terbagi menjadi 2 yaitu: hardware dan software load balancer.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Hardware Load Balancer<\/strong><br \/>\n<\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\">Seperti namanya jenis load balancer yang satu ini berbentuk perangkat keras atau hardware. Karena berbentuk fisik, load balancer ini harus diletakkan bersama dengan server di data center lokal. Biasanya, load balancer jenis ini sanggup menangani<\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\"><i> traffic <\/i><\/span><span lang=\"id-ID\" style=\"font-size: 1.21429rem;\">dalam jumlah yang besar. Adapun beberapa contoh hardware load balancer, yaitu: Cisco System Catalyst, Coyote Point, F5 Network BIG-IP, Baraccuda load-balancer.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><strong><span lang=\"id-ID\">Software Load Balancer<\/span><\/strong><br \/>\n<span lang=\"id-ID\">Kebalikan dari jenis sebelumnya, software load balancer yang satu ini dapat di-<\/span><span lang=\"id-ID\"><i>install<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> pada sebuah server ataupun virtual machine. Karena berbentuk software load balancer yang satu ini menawarkan fleksibilitas yang tinggi bagi pengguna. Jika ada penambahan fitur atau fasilitas tambahan, kamu tidak perlu mengganti keseluruhan perangkat load balancer. Selain itu, ketika mengalami lonjakan <\/span><span lang=\"id-ID\"><i>traffic<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> ataupun permintaan akses yang tinggi, kamu dapat mengkonfigurasi load balacer ini sesuai dengan kebutuhan. Performa dari software load balancer dipengaruhi oleh jenis perangkat yang digunakan untuk meng-<\/span><span lang=\"id-ID\"><i>install<\/i><\/span><span lang=\"id-ID\"> load balancer, misalnya RAM dan juga jenis storage yang digunakan. Software load balancer sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu komersial dan open source. Beberapa contoh software load balancer yaitu: <\/span><span style=\"color: #3a3a3a;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"id-ID\">Nginx, HAProxy<\/span><\/span><\/span><b> <\/b><span lang=\"id-ID\">dan<\/span><span style=\"color: #3a3a3a;\"><span style=\"font-size: small;\"><span lang=\"id-ID\"> Avi Vantage Software Load Balancer.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><b>Hardware dan Software Load Balancing, Pilih yang Mana?<\/b><\/span><\/h2>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Selain dari penjelasan di atas, berikut ini adalah perbandingan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis load balancer yang dapat membantu kamu memilih jenis load balancer yang tepat.<\/span><\/p>\n<ol type=\"a\">\n<li>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\"><strong>Hardware Load Balancer<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1516 size-full\" src=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-scaled.jpg\" alt=\"kelebihan kekurangan hardware load balancer\" width=\"2560\" height=\"1216\" srcset=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-scaled.jpg 2560w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-300x143.jpg 300w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-768x365.jpg 768w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-1536x730.jpg 1536w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-2048x973.jpg 2048w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Hardware-Load-Balancer-800x380.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><br \/>\n<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p align=\"justify\"><strong><span lang=\"id-ID\">Software Load Balancer<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1517 size-full\" src=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-scaled.jpg\" alt=\"Kelebihan Kekurangan Software Load Balancer\" width=\"2560\" height=\"1143\" srcset=\"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-scaled.jpg 2560w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-300x134.jpg 300w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-1024x457.jpg 1024w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-768x343.jpg 768w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-1536x686.jpg 1536w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-2048x914.jpg 2048w, https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Kelebihan-Kekurangan-Software-Load-Balancer-800x357.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/span><\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Selain melakukan optimasi pada sisi script, penggunaan load balancing menjadi solusi yang tepat jika dirasa perfroma server pada aplikasi ataupun website kamu mulai melambat. Ditambah lagi, load balancing juga dapat menjaga Service Level Agreement (SLA) dan mempertahankan kestabilan server kamu. Ketika ingin membangun website ataupun aplikasi, pastikan provider yang kamu gunakan telah dilengkapi dengan fasilitas load balancer.<\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span lang=\"id-ID\">Layanan cloud dan server dari Biznet Gio seperti GIO Public, GIO Private dan NEO Virtual Compute sudah dilengkapi dengan fasilitas load balancer secara gratis! Kamu juga bisa menggunakan load balancer tambahan seperti GSLB (Gloabal Server Load Balancing), HAProxy<!-- Aku tambahin HAProxy --> ataupun Cloud Flare pada layanan Biznet Gio untuk membagi workload pada server dengan rancangan infrastruktur yang berbeda (misalnya: On Premise) sehingga mampu meningkatkan redundansi server. Untuk info lebih lanjut, kamu bisa berdiskusi langsung dengan Cloud Expert kami melalui sales@biznetgio.com.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa di sini yang hobi belanja online? Apalagi ketika puncak harbolnas, menjelang akhir tahun ataupun event khusus yang dilaksanakan setiap bulannya seperti 1.1, 2.2 dan seterusnya. Biasanya berbagai website ataupun aplikasi marketplace akan memberikan banyak penawaran dan diskon yang menarik bagi pelanggan. Tapi Pernah gak sih kamu membayangkan bagaimana bisa website ataupun aplikasi marketplace tersebut melayani ratusan pelanggan setiap harinya? terlebih ketika menghadapi event khusus? Meskipun mengalami lonjakan traffic yang tinggi, website atau aplikasi marketplace tersebut jarang mengalami gangguan. Rahasianya terletak pada penggunaan load balancing pada infrastruktur yang digunakan. Singkatnya, load balancing ini akan membagi bagi workload yang dimiliki oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[54,53,52,55],"class_list":["post-150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-akses-server","tag-load-balancer","tag-load-balancing","tag-traffic-server","post--single"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=150"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1518,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/150\/revisions\/1518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/myportfolio.my.id\/stage\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}